Di tengah pandemi seperti sekarang, masker adalah hal wajib yang perlu dipakai ketika bepergian atau beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada masker medis sekali pakai, minimal gunakan masker kain seperti yang disarankan banyak ahli. Sebab, masker kain efektif mencegah penyebaran virus hingga 70%. Selain itu, harganya juga lebih murah dan kini sudah banyak diproduksi sebagai substitusi dari masker medis yang langka.

Karena banyak disarankan para ahli untuk digunakan, tak heran kalau belakangan bisnis masker kain semakin menjamur. Mulai dari industri rumahan hingga industri besar ramai-ramai memproduksi masker kain dan dijual di pasaran. Hal ini membuat masyarakat semakin banyak punya pilihan masker kain dan harganya. Bahkan, nggak cuma asal terbuat dari kain, kini masker kain pun memiliki banyak variasi desain yang unik dan lucu. Ini tentunya semakin menambah aware dan menarik banyak orang untuk sadar menggunakan masker.

Belum ada titik terang kapan pandemi covid-19 akan berakhir di Indonesia. Oleh sebab itu, tren menggunakan masker diprediksi masih akan berlanjut dan bahkan menjadi ‘new normal’ dalam aktivitas sehari-hari. Jika kamu salah satu yang tertarik untuk terjun juga ke dalam bisnis masker kain karena melihat kondisi ini, sebaiknya jangan terburu-buru. Sebab, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum memulai bisnis yang satu ini. Ini dia ulasannya.

Ketahui syarat masker kain yang baik dan efektif untuk digunakan

Tidak boleh asal dibuat, masker kain yang baik harus memenuhi kriteria yang sudah direkomendasikan ahlinya. Dalam hal ini salah satunya adalah CDC (Center for Disease Control and Prevention) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, yaitu:

  1. Masker kain harus menutup bagian tepi wajah secara sempurna. Mulai dari bagian pangkal hidung serta pipi.
  2. Masker kain minimal dibuat 3 lapis.
  3. Masker kain perlu memiliki tali pengikat atau karet telinga yang pas, tidak longgar, dan ukurannya pas sesuai penggunanya.
  4. Pilih bahan kain yang jika dicuci tidak akan mengubah bentuk, longgar, atau menciut. Seperti bahan katun minyak dan kain oxford.
  5. Masker kain perlu dicoba apakah menghalangi nafas atau tidak. Masker kain yang baik tidak boleh terlalu tebal karena akan menghalangi napas.

Pelajari cara membuat masker kain dari sumber-sumber yang kredibel

Saat ini, ada banyak sekali ulasan dan tutorial cara membuat masker kain yang beredar, mulai dari Youtube sampai website resmi CDC. Dalam hal ini, menggunakan sumber yang kredibel untuk membuat masker tentu lebih baik karena masker kain yang diproduksi akan jadi sesuai standar. CDC sendiri membagi pembuatan masker kain menjadi dua: yang dijahit dan tidak dijahit.

Untuk yang dijahit, alat dan bahan yang diperlukan antara lain: bahan kain sesuai yang direkomendasikan; tali karet; mesin jahit dan kelengkapannya (benang, jarum, gunting). Sementara untuk cara lengkap membuatnya, kamu bisa berkunjung langsung ke situs cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/.

Kesalahan yang perlu dihindari saat membuat masker kain

Meski terlihat simple, nyatanya ada juga hal-hal yang harus diperhatikan supaya tidak salah dalam membuat masker kain, yaitu:

  1. Jangan gunakan kain berwarna polos seperti putih atau biru. Sebab, menurut John Hopkins Medicine, dua warna tersebut mirip dengan masker bedah sekali pakai dan bisa membuat bingung calon penggunanya. Nah, berhubung kebanyakan masker medis sekali pakai di Indonesia berwarna hijau terang dan hijau muda, maka dua warna ini juga bisa dicoret ketika memilih kain.
  2. Agar calon pengguna tahu mana bagian dalam dan luar masker, maka hindari menyamakan warna keduanya. Atau jika perlu, buat penanda khusus untuk membedakan mana bagian dalam dan luar masker untuk informasi pengguna.
  3. Tidak boleh terlalu tipis dan terlalu kecil ukurannya.

Peluang bisnis masker kain saat ini

Dua bulan terakhir, bisnis kain sendiri sudah cukup ramai digeluti banyak orang. Perlahan-lahan dengan banyaknya bisnis kain di pasaran, permintaan akan masker medis sekali pakai pun jadi menurun. Otomatis, ini membuat stok masker medis di pasaran berangsur-angsur pulih. Sebab, mengacu pada teori penawaran dan permintaan dalam prinsip ekonomi, permintaan tinggi yang disertai dengan stok atau supply yang rendah maka harga akan melonjak.

Permasalahan lain di sini adalah banyak juga produsen atau pedagang yang ingin mengeruk keuntungan berkali-kali lipat dari biasanya. Belum lagi masalah penimbun yang menjual satu kotak masker medis sekali pakai biasa harga Rp25.000 menjadi Rp350.000 lebih. Ini membuat pemerintah juga mengimbau dan mengingatkan dengan tegas kepada orang yang menimbun masker tentang ancaman pidana yang sudah tertuang dalam UU.

Nah, karena sudah banyak diproduksi dan stok masker non medis yang perlahan kembali, peluang bisnis masker kain masih ada namun tidak setinggi dua bulan sebelumnya. Jika kamu tetap ingin mencoba, maka kamu perlu memiliki produk dan strategi pemasaran yang unik. Misalnya, produk masker kainmu dibuat dengan bahan kain yang motifnya unik dan jarang ditemukan di pasaran. Atau kalau kamu jago desain, tidak ada salahnya membuat masker kain dengan motif yang dibuat sendiri.

Menjalankan bisnis tentu tidak lepas dari modal. Rencana bisnis serta modal juga sangat perlu dibuat di awal sebelum memulai bisnis kain. Apakah modalnya bersumber dari tabungan pribadi atau pinjaman dana? Kalau dari pinjaman dana, pastikan kamu benar-benar menghitung pengeluaran modal dan angsuran pinjaman sedetail mungkin agar terhindar dari kredit macet.

Selain itu, pilih fasilitas pinjaman dana yang bersahabat. Dalam hal ini, bisa memberikan limit kredit yang cukup, namun bunganya rendah dan pilihan tenornya beragam. Untuk fintech, kamu bisa mencoba Kredivo. Kamu bisa ajukan pinjaman dana mulai dari 500 ribu dan maksimal s.d Rp 30 juta (sesuai limit yang dimiliki untuk tenor 6 bulan) dengan suku bunga flat 2,95% per bulan. Sementara opsi tenornya mulai dari 30 hari untuk pinjaman mini, dan 3 atau 6 bulan untuk pinjaman jumbo.

Daftar Kredivo caranya gampang banget. Kamu bisa download aplikasinya di Google Play Store atau App Store lalu daftar sekarang juga!